Ketika Ust. Somad Tuduh Gus Ishom Belum Sunat: Kontroversi Tokoh Jaman Now

Oleh : Marhaenis Lokajaya


Marhaenis Lokajaya - Ust. Abdul Somad yang biasa disebut UAS akhir-akhir ini moncer di muka masyarakat muslim Nusantara dengan gaya ceramahnya yang energik dan penuh guyonan. UAS sudah banyak diundang ke berbagai wilayah, dan mendapat penggemar yang tidak sedikit.

Seperti “tak ada gading yang tak retak”, UAS seringkali blunder dalam ucapannya, yang tidak segan-segan menohok siapapun. Bahkan pada Tahun 2016 yang lalu, UAS menyebut Nabi Muhammad gagal dalam menjadikan islam sebagai rahmatan lil alamin. Sontak hal tersebut mengundang pro dan kontra dari kaum Netizen.

Yang terbaru, tersebar video ceramah UAS yang sangat fantastis. Dalam ceramahnya itu, UAS mengatakan bahwa KH. Ahmad Ishomuddin (Gus Ishom) belum sunat, belum bergelar doktor dan belum naik haji.

Gus Ishom merupakan tokoh muda NU yang menduduki Rais Syuriah PBNU, jabatan tertinggi di Nahdlatul Ulama. Sebelumnya, Gus Ishom pernah menjadi saksi ahli dalam persidangan Penistaan Agama yang menjerat mantan Gubernur DKI, Ahok. Beberapa hari yang lalu, Gus Ishom juga menjadi saksi dalam persidangan HTI sebagai kelompok berbahaya bagi NKRI.


Menanggapi pernyataan Ust Somad, Gus Ishom melalui lama FB-nya merespon dengan nada santai. Justru yang marah adalah istri beliau. Sehingga Gus Ishom pun berkomentar, “Sebagai saksi fakta (apakah saya sudah sunat atau belum, red), silahkan tanyakan langsung kepada istri saya.”

Sebagaimana biasanya, antara Gus Ishom dan Ust Somad sama-sama memiliki pro dan kontra dari Netizen, tergantung kepada siap Netizen berpihak. Gus Ishom dan Ust Somad adalah dua tokoh yang berbeda pergerakan, sekalipun agamanya sama. Gus Ishom lebih bergerak pada pemikiran dengan basis ke-NU-an, sementara Ust Somad bergerak dalam dakwah yang bertatapan langsung dengan masyarakat umum. Sehingga tak ayak bila gaya lelucon Ust Somad mengundang banyak penggemar di seluruh penjuru Nusantara.

Tentu keadaan seperti di atas menjadi refleksi, bahwa setelah isu ulama besar FPI, masih ada tokoh muda yang tak kalah tenar. Dan mereka adalah generasi islam jaman now pro dan kontranya dikembalikan pada masyarakat umum, dan diri mereka masing-masing. Karena sebagaimana perdebatan antara Habib Rizieq dan tokoh islam toleran lainnya, Ust Somad dan Gus Ishom juga memiliki dua titik yang bertentangan. Sehingga ketika terjebak pada titik tertentu, kita lupa pada kebenaran titik yang lain. Karena yang jadi mindset nya adalah “Dia salah. Dia sesat. Dsb.”.


Nah, kebenaran seperti apa yang perlu kita kaji? Pertama, alasan Ust Somad menghina Gus Ishom dengan kata “belum sunat”, jelas berangkat dari ketidakterimaannya terhadap sikap Gus Ishom sebelumnya yang menjadi saksi ahli persidangan Ahok. Dari sana kita mendapat perspeksi bahwa pernyataan Ust Somad minim intelektual dan karenanya cenderung membawa ego pibadi. Kemudian, ketenarannya dijadikan legitimasi untuk menelurkan ego pribadinya itu, yang tentu melalui lelucon dan candaan yang berlebihan.

Tapi apapun itu, setiap masa pasti ada pertentangan. Bedanya, kadang pertentangan itu antara ide dan emosional. Sehingga perdebatannya tidak lagi sepadan, tidak sebagaimana pernah dilakukan oleh tokoh Ibnu Rusyd dan Imam Al-Ghazali yang sarat dengan wahana keilmuan.[]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel