Diintimidasi di Car Free Day, Ibu Ini Melawan Karena Benar


http://static.republika.co.id/

Marhaenis Lokajaya - Dua kubu massa pendukung masing-masing memakai kaos simbolis #2019GantiPresiden dan #DiaSibukKerja melakukan moment kampanye di Car Free Day bundaran HI pada hari Minggu (29/04) kemarin. Bentrok mulai dilirik publik ketika beberapa orang dari kubu #2019GantiPresiden mengintimidasi seorang ibu bernama Susi Ferawati yang sedang bersama anaknya berjalan memisahkan diri dari rombongan. (lihat video: Intimidasi Massa Oleh #2019GantiPresiden)

Susi Ferawati mungkin tak pernah menyangka bahwa dia dan anak laki-lakinya akan menjadi korban intimidasi oleh massa saat Car Free Day berlangsung di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Dia merupakan sosok ibu berkaus #DiaSibukKerja yang diintimidasi oleh massa berkaus #2019GantiPresiden.

Fera bercerita bahwa peristiwa tak mengenakkan itu terjadi pada Minggu (29/4) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Kala itu, ada banyak kata-kata tak pantas yang diteriakan oleh massa #2010GantiPresiden kepadanya.

Pada mulanya, kata Fera, dia memang sengaja datang ke CFD dengan menggunakan kaus #DiaSibukKerja. Dia dan anaknya tak sendirian di CFD, melainkan bersama rombongan teman-temannya yang juga berkaus #DiaSibukKerja. Namun saat berada dalam rombongan itu, Fera memutuskan untuk memisahkan diri karena anaknya ingin buang air kecil.

“Tadinya kan rombongan ya dari arah Monas ke Bundaran HI. Terus tiba-tiba anak saya mau pipis. Ya saya mencarlah, berpisah dulu kan, ke Hotel Pullman untuk nganterin anak buang air kecil. Terus karena udah selesai kita lihat rombongan udah enggak ada. Ya kita mah kan yang namanya Car Free Day kan public area, bebas-bebas aja dong,” jelasnya kepada kumparan, Senin (30/4).   

Saat berpisah dengan rombongan, Fera memutuskan untuk menghabiskan waktu berdua bersama anaknya di Bundaran HI. Terlebih, kata dia, ini merupakan kali pertama dia membawa anak lelakinya itu ke CFD.
“(Di Bundaran HI) saya cuma foto-foto aja, rekreasi sama anak saya,” kata Fera.

Ketika bersama anaknya itu, Fera melihat ada rombongan massa #2019GantiPresiden yang sedang bergerak ke arahnya. Namun, Fera mengaku tak menyimpan kehawatiran sama sekali. Lantaran menurutnya, perbedaan politik ataupun beda kaus merupakan sesuatu yang biasa.
Meski demikian, hal buruk yang bahkan tak pernah dipikirkannya ternyata terjadi. Kala rombongan massa #2019GantiPresiden tiba di Bundaran HI, dirinya mendapat perlakuan tak mengenakkan.

“Ketika di Bundaran HI, mereka itu seperti pasukan yang menguasai jalanan. Menguasai Bundaran HI. Ketika kita beda kaus kan, saya beda kaus sama teman (massa #2019GantiPresiden) itu kan ya diolok-oloklah, dikata-katain, difitnah terima bayaranlah, gitu ya. nasi bungkus, dikatain cebong, dikatain macem-macem, babulah,” katanya lirih. 

Saya salut dengan seorang Ibu yang menggunakan kaos #DiaSibukKerja dalam video ini. “Kita tidak akan pernah takut!” katanya.

Menghadapi cacian semacam itu, Fera mengaku tak terpancing. Dia justru hanya menjawab apa yang dituduhkannya itu dengan tenang kepada massa yang ada di sana.

"Ya saya sih cuma komen, saya enggak terima bayaran kok. Saya punya duit kok," ujar ibu berusia 39 tahun ini.

Keadaan kemudian mulai berubah kala ada seorang bapak yang menyebutnya dirinya bego. Di titik itulah, Fera mulai naik pitam. Dia tak lagi mampu menahan amarahnya untuk melawan massa yang ada.

 "Saya dikerumunin itu. Dia ngatain saya, bego lu. Itu yang memicu saya berani untuk ngelawan. Depan anak saya kok berani ya ngatain saya. Saya lawan itu. 'Kalau berani hayo ngelawan saya sini'. Marah dia. 'Hayo sini saya lawan'," ucap perempuan yang bekerja sebagai marketing di sebuah perusahaan properti ini.

"Nah karena saya begitu, mereka akhirnya ngerumunin saya. Jadi ngeroyok. Saya kayak dimasukin dalam lingkaran mereka, dikepung," imbuhnya
Seorang Ibu dan anaknya diintimidasi di CFD

Tak cuma cacian tak sedap. Fera juga mengaku bahwa saat itu massa #2019GantiPresiden memperlakukannya dengan sangat tidak pantas. Hal itu berupa upaya dari beberapa oknum yang mencoba memasukkan lontong ke mulutnya dan memprovokasinya dengan sejumlah uang. 

"Ada yang ngejejalin saya lontong ke mulut saya. Saya tampis itu. saya bilang 'kurang ajar ya kamu'. saya pelototin tuh orang. Sampai saya pelototin berkali-kali kan. Terus ada yang kibas-kibasin uang ke muka saya kan. Ratusan ribu, 50 ribu, gitu kan," jelasnya.
Keadaan lalu mulai mereda kala seseorang berkaus #2019GantiPresiden mulai melerai massa dan membawa Fera keluar dari kepungan. Meski demikian, dia dan anaknya sempat mengaku diikuti olah massa layaknya di arak sebelum meninggalkan lokasi.
"Kita langsung pulang. Jam setengah 10, jam 10-lah, kita ke grup dulu. Kita ngumpul dulu di Sarinah-Thamrin. Sama temen-temen akhirnya kita ketemu mereka," tutupnya.[]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel