Tak Ada Kartini Hari Ini

Oleh: Ali Munir S.

http://harian.analisadaily.com

Tak Ada Kartini Hari Ini

O, Kartini
Anak cicitmu lahir setelah gelap
Embun menyambut senyum di bibir mentari:
Bahasa daun pada cahaya di kedua bola matamu

O, Kartini
Ini sudah siang yang kurang kasih sayang
Peluh-peluh melepuh dari kening lelaki yang
Ingin segera pulang menemui kekasihnya

Tapi, kemudian mereka sadar
Ini malam Minggu bagi umat Kristiani
Sementara bagi umat Islam, malam Jum’at dan Minggu sudah tak jelas lagi
Sehingga ketika para lelaki itu pulang, tak ada kekasih di rumah mereka

O, Kartini
Anak cicitmu gundah mencari terang
Sibuk memegang HP, memencet Gadget
Untuk satu kata: Pacaran

Padahal di balik itu
Mereka lupa pada empati sosial
Lupa pada hakikat Cinta
Lupa pada kejamnya kata “selingkuh”

Lalu, aku berpikir
Jangan-jangan, di balik kata “pembebasan’-mu ada batas yang ditebus
Moral yang tak terlihat
Sehingga perempuan seakan bebas melakukan apa saja, begitupun lelaki sebaliknya

Aku harap kau mendengar suaraku, Kartini
Suara-suara orang yang tertindas kata “Gebetan”
Orang yang lebih melihat cinta sebagai keabadian
Cinta sebagai yang tak terukur oleh Motor dan Mobil

Tak Ada Kartini Hari Ini
Bila iya, Kartini-mu hanyalah tumbal bagi Ibu Pertiwi
Karena kepercayaan sudah sulit ditemukan
Cinta sudah mulai takut pada kata “Kematian”

Jarakku,
Jarakmu,
Adalah jarak dari kasih Air Susu Ibu

Yogyakarta, 2018

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel