Bisikan



Oleh : Bagis22
 
livinglikenoother.wordpress.com
Embun samar tak terpandang
Menghinggapi malam-malam yang suram
Menyentuh lembut kulitku yang hitam
            Di kaca, terpatri wajahmu wahai pujaan
Bisikan-bisikan rindu terdzikir dalam kalbu
Menghanyutkan malam, merampungkan siang
Tanpa sadar, kini sudah malam lagi
Bulan...!
            Tidak ada yang mendengar
            Tidak ada yang melihat
            Tidak ada yang mencium
            Hanya aku dan tuhan yang tau
Pernah, ingin kucurhatkan pada binatang malam
Mereka tidak mau
Kodok asyik mencari serangga
Jangkrik ramai bernyanyi
Tidak ada yang mau mendengar bisikan ini
            Bisikan yang selalu terngiang itu
            Menjalar menjadi rindu
            Terbeku menjadi nyanyian syahdu
            Yang syahdu menjadi butir-butir asmara yang ingin membeku
Amboy...!
Ternyata aku sedang jatuh cinta
Kerajaan padjajaran kokoh
karena nyai Subanglarang
Soekarno tak akan kokoh
Jika tidak ada Fatmawati
Akupun tidak akan berdiri tegak
Jika belum kudapati sang pujaan hati
Bulan...!
             Aku memang tak setampan mantannya
            Ragaku memang tak segagah masa lalunya
            Namun, tampang dan kegagahan bukan ukuran lan!
            Kesetiaan dan kebesaran jiwalah pendamping rasaku lan!
Bulan...!
Sampaikan padanya!
Cinta dan kesetiaanku sekokoh beton berlapis baja yang tak akan tergoyahkan




Yogyakarta,8 Mei 2018





puisi romantis,puisi romantis,puisi romantis
                           

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel