Membaca Teror di Surabaya: Kebangkitan ISIS?


https://news.okezone.com/

Marhaenis Lokajaya - Peristiwa Bom Bunuh Diri yang terjadi di 3 Gereja di Surabaya beberapa hari lalu sebenarnya mudah dideteksi sebagai kebangkitan teroris. Pasalnya, teroris di Suriah sejauh ini sudah dibabak belur oleh negera perdamaian dunia.

Sebelum peristiwa bom Surabaya terjadi, tidak jauh hari sebelumnya ada kerusuhan di Mako Brimob, yang pelakunya adalah Napi Teroris dan menewaskan 5 person polisi. Hal tersebut dapat diindikasikan bahwa ada hubungan antara peristiwa di Mako Brimob dengan yang di Surabaya. Karena mereka ada dalam satu komando: Aman Abdurrahman sebagai pimpinan Jemaah Ansyarud Daulah (JAD). JAD adalah cabang ISIS di Indonesia. 

Aksi teror berturut-turut tidak lebih dari aksi kekecewaan dan balas dendam. Karena ISIS sudah dikecam secara internasional. Ketika ada momen, apalagi sudah yakin dan rela mati jihad, maka aksi pun diserempakkan. 

Selanjutnya, perlu adanya kewaspadaan dan kontrol lebih seluruh pihak keamanan, termasuk BIN, Polisi dan TNI. Karena pelaku Bom teror selalu bersifat individu dan sulit terdeteksi niat awalnya. Semua kejadian selalu direncanakan dengan diam-diam. Bahkan oleh orang yang masih sempat sholat subuh berjamaah sebelum mengebom gereja di Surabaya.

Kita masih ingat bahwa aksi teror dari tahun ke tahun tak pernah sepi. Mesti yang menjadi sasaran adalah tempat ibadah non-Muslim. Sebut saja Bali, Papua, Medan, Jakarta, dan terakhir Surabaya. Selama kelompok teroris belum meninggal dunia, maka doktrin akan tetap dijalarkan dengan nalar Baiat dan Keyakinan bulat pada sang imam Teroris.[]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel