Pelaku Bakar Pos Polisi UIN Bukan Peserta Aksi

Reporter: Ali Munir S.


Marhaenis Lokajaya - Aksi yang awalnya direncanakan dengan damai tanpa anarkis pada hari Selasa (01/05) lalu, akhirnya mengundang polemik dikarenakan adanya tindakan pembakaran Pos Polisi UIN. Berbagai pihak, baik warga kampus UIN, maupun masyarakat, simpang siur pandangan mengenai aksi tersebut. Di satu sisi, masyarakat dan pemerintah Yogyakarta mengira bahwa mahasiswa UIN yang membuat ulah. 

Peserta aksi berinisial Q, setelah diwawancai pada hari Rabu (02/05), menyatakan bahwa pelaku pembakaran adalah sekelompok orang tak dikenal, dengan ciri-ciri membawa bendera merah hitam bertulis "Tolak Bandara Kulonprogo", serta berpakaian jaket hitam dan muka tertutup berwarna serba hitam pula. "Kita awalnya aksi damai, dan waktu itu mau melakukan pembacaan. Tapi tiba-tiba ada sekelompok orang datang tiba-tiba dan melempar molotov ke arah Pos Polisi. Akhirnya teman-teman kita terprovokasi dan terus menyanyikan yel-yel. Kalau bakar Pos Polisi, kami gak ikut. Itu orang tidak kami kenal." Tambahnya.

Sementara itu, Pak Suryodanarto yang berkomentar lewat laman Facebook mengatakan, bahwa di Yogyakarta memang ada sekelompok orang yang memiliki bendera warna merah dengan lambang bundar roda, mirip Ormas BTI milik PKI. 

Soal kebenaran kelompok yang dimaksud, redaksi masih melakukan penyelidikan. Walaupun pada saat melakukan anarkisme, gerombolan tersebut membawa bendera warna merah dan ada tulisan melingkar "Tolak Bandara Kulonprogo".[]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel