Bangkit dan Melawan

Oleh: Bung Jamal


Kemampuan harus selalu dilatih, dan terus dilatih, hingga saatnya mampu dan memiliki power untuk betul-betul bisa memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. Dalam menghadapi segala bentuk si pelaku penindasan .

Untuk menghadapi si penindas kita sangat membutuhkan kekuatan yang sangat kuat, maka kita yang mempersembahkan jiwa dan raga dalam perjuangan, tidak diragukan lagi dalam meraih kemenangan, karena dalam memperjuangkan rakyat yang tertindas dan yang dilanda kemiskinan sebagai bentuk penderitaan tiada lain ini adalah tugas suci kita yang sangat mulia, sebagaimana yang kita ketahui bahwa pemerintah kita telah mengingkari janji disaat kampanyenya yang telah terucap dalam setiap pidotanya, yang katanya mensejahterakan rakyat, memperjuangkan rakyat dari belenggu penderitaan.

Namun kini kenyataannya bukan demikian, semua itu hanyalah janji palsu yang dimana sepenggal kata rakyat yang selalu digunakan di setiap pidatonya hanyalah alat saja demi meraih kepentingan pribadi, kini saatnya kita melakukan tindakan dengan apa yang kita lihat serta yang kita rasakan, marilah kita melatih keberanian kalau tidak kita akan selalu ditindas, kalau kita tidak berani melawan kita akan mati, dan terus ditindas, kita harus  bangkit dan melawan, kita harus melepaskan suara-suara kebenaran, diatas penindasan dan penderitaan yang dirasakan oleh rakyat kita hari ini, kita sebagai pemuda generasi penerus bangsa, harus bersatu dalam barisan untuk meraih cita-cita bersama, berjuang hingga tiada lagi penindasan, itulah bentuk perjuangan yang sesungguhnya. Sebagaimana ketika meraih kemerdekaan 1945, itu atas dasar persatuaan dari berbagai kelompok dari Sabang sampai Meraoke yang merasakan yang namanya penjajahan oleh imperialisme yang tidak memanusiakan manusia disaat itu. 

Itulah sebabnya persatuan adalah kunci utama dalam melakukan perlawanan hingga tercapainya kemerdekaan. Tetapi hari ini kita kembali mempertanyakan kemerdekaan itu dengan kondisi Hari ini, apakah ini yang namanya kemerdekaan sebagaimana hakikat kemerdekaan yang telah diperjuangkan dulu? Bukankah kita merdeka karena tidak ingin terjajah, diperbudak, menderita ditanah sendiri, dirampas haknya, tidak dimanusiakan oleh si penjajah dan tentu saja kita tidak mau seperti itu, itulah sebabnya kita merdeka, tetapi hari ini apa yang kita rasakan? 

Seakan-akan kita kembali tertindas sebagaimana si penjajah itu. Tetapi dengan pinindasan pelaku yang berbeda kita ditindas oleh bangsa kita sendiri, apakah kita tinggal diam dan membiarkan itu terjadi dengan alasan karena mereka sebangsa kita sendiri, tentu tidak, kita harus tegaskan bahwasanya siapapun itu ketika ia melakukan yang semena-mena terhadap bangsa kita ini sekealipun pelakunya bangsa kita sendiri, maka satu kata buat mereka yaitu “lawan” hingga lenyap ditelan bumi, bangsa kita ini adalah bangsa yang bersatu, bangsa tanpa penindasan, bangsa yang berkebudayaan serta beretika dan toleransi terhadap sesama bangsa. Tetapi hal ini bisa terjaga dan terus tumbuh subur dan kokoh maka kita senatiasa menerapkan nilai-nilai Pancasila, karena kita semua tau Pancasila adalah dasar negara kita yang memiliki lima sila yang sangat filosofis. 

Maka dari itu marilah kita senantiasa mempersatukan gerakan untuk membela kaum-kaum yang lemah dan melawan kaum-kaum yang dzalim yang mencoba mengotori bangsa Indonesia. Dan ini adalah kewajiban kita untuk terus melanjutkan perjuangan, dengan menyesuikan saman kita hari ini, kita tidak perlu ragu karena kita benar-benar masih memiliki kesungguhan dan kekuatan yang begitu maha kuat di dalam hati kita ini. Dengan semangat jiwa nasionalisme  kita tidak diragukan lagi bahwa kita benar-benar bangkit dan melawan.[]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel