Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Strategi Milineal Membumikan Ajaran Bung Karno

 Strategi Milineal Membumikan Ajaran Bung Karno


Soekarno merupakan panutan masyarakat Indonesia dan kader-kader GmnI seluruh Indonesia. Oleh sebab itu diskusi kolaborasi GmnI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan GmnI Universitas Lampung pada tanggal 13 Juni 2021 sekaligus memperingati Bulan Juni Bulan Bung Karno. Dengan demikian diskusi ini menjadi pengingat kepada kita bersama dan kader-kader GmnI sebagai tolak ukur dalam organisasi gerakan.

Bung Syahrul sebagai kader GmnI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Bung Nanda sebagai kader GmnI Universitas Lampung kedua pemateri tersebut meruapakan kader terbaik GmnI yang sampai saat ini masih eksis membicarakan ajaran-ajaran Bung Karno, mulai dari Nasakom, Tri Sakti, Marhaenisme dan lain sebagainya. 

Sementara Nasakom, adalah akronim dari Nasionalis, Agama, Komunis dari berbagai aliran pemikiran tersebut yang dimiliki masing-masing tokoh sebelum Bung Karno mengkonsep “Nasakom”. Bung Karno Mengetahui adanya perbedaan dan kesamaan pandangan akan hakekat perjuangan menuju kemerdekaan bangsa Indonesia. Sementara dari sudut pandang dan corak berpikir yang berbeda-beda itulah Bung Karno memahami esensi perjuangan dari ketiga haluan tersebut, baik ideologi Nasionalis, Agamis, dan Marxis. Bagi Bung Karno, Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme merupakan asas yang diperlukan oleh negara Indonesia untuk mencapai suatu kemerdekaan yang kekal dan abadi.

Sedangkan ajaran Bung Karno tentang Tri Sakti, di antaranya adalah berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, serta berkepribadian di bidang kebudayaan. Karena dengan tiga konsep itu kita semua dan rakyat seluruh Indonesia harus betul-betul memahami konsep Tri Saktinya Bung Karno, baik sebagai pembangunan, infrastruktur, sarana dan prasarana, serta pengembangan ekonomi desa maupun kota di tengah arus global dan modernisasi. 

Lalu ajaran Marhaenisme yang sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat terutama kader-kader GmnI seluruh Indonesia. Ajaran ini sangat tersusun dengan rapi, sistematis, dan progresif serta revolusioner. Konsep Marhaenisme terdiri dari tiga pokok Sosio Nasionalisme, Sosio Demokrasi, dan Ketuhanan Yang Maha Esa. Sosio Nasionalisme adalah anti thesa cinta Kebangsaan agar tidak mabok dengan rayuan kolonialisme dan imprealisme yang harus di lawan dengan cinta akan bangsa dan negara NKRI. Sedangkan Sosio Demokrasi adalah Demokrasi di bidang ekonomi serta demokrasi di bidang politik. Lalu, yang poin terakhir adalah Ketuhanan Yang Maha Esa dimana masyarakat Indonesia harus sholeh menurut agamanya masing-masing agar tidak terjadi egoisme agamnya di dalam negara yang bhineka dan sangat beragam akan suku, budaya, agama dan keyakinan-keyakinan yang lainnya. 

Maryono (13 Juni 2021) “Bulan Juni Bulan Bung Karno”.

Posting Komentar untuk "Strategi Milineal Membumikan Ajaran Bung Karno"